BPOM's Role in Muslim Consumer Protection Against Non-Halal Medicines
Main Article Content
Abstract
Monitoring the circulation of non-halal medicines in Indonesia is a crucial issue that requires serious attention, especially in the context of Muslim consumer protection. The Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) has a strategic role in ensuring that drugs in circulation meet safety, quality, and halal standards. This study aims to analyse the effectiveness of supervision carried out by BPOM in tackling the circulation of non-halal drugs, with reference to the provisions of BPOM Regulation Number 20 of 2021 and other supporting regulations. The method used is a normative juridical approach with literature study as the main source of data. The results of the analysis show that the effectiveness of BPOM supervision still faces a number of obstacles, including limited supervisory staff in the field, low consumer awareness of the importance of halal labelling, and weak enforcement of administrative sanctions. In addition, challenges also arise in the form of the lack of synergy between institutions involved in the halal product guarantee system. This study recommends strengthening regulatory aspects, more massive public education, and providing incentives to producers to encourage compliance with halal certification. A more structured collaboration between BPOM, BPJPH, MUI, and the industrial sector is also key in realising an effective monitoring system. With a comprehensive approach, BPOM is expected to optimise its function in protecting consumers and ensuring the halalness of pharmaceutical products in Indonesia.
Article Details
Section
How to Cite
References
Alzeer, J., Abou Haded, K., & Laher, I. (2020). Halal Certification of Food, Nutraceuticals, and Pharmaceuticals in the Arab World. https://doi.org/10.1007/978-3-319-74365-3_36-1
Asaroh, E. (2019). Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan dalam Menanggulangi Peredaran Obat-obatan Non-Halal (Studi kasus suplemen Viostin DS). Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 11(2), 145-1604.
Ayunda, R. (2021). Perlindungan Hukum Bagi Konsumen Muslim Terhadap Produk Kosmetik yang Memiliki Kandungan Non Halal. Maleo law jounal, 5(1), 123-138.
Barizah, M. R. N. (2020). Halal certification of patented medicines in indonesia in digital age: a panacea for the pain?. Systematic Reviews in Pharmacy.
Hidayat, A. S., & Siradj, M. (2015). Sertifikasi Halal dan Sertifikasi Non Halal pada Produk Pangan Industri. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 15(2), 199-2105.
Kusmayadi, A. (2018). Problematika Pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia. Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 6(2), 164-1761.
Latiff, J. Ab. (2022). A Study on Halal Certification Procedure: Progressive Transition Towards Halal Pharmaceutical Products in Malaysia and Indonesia. https://doi.org/10.1007/978-981-19-2390-6_1
Liusudarso, T., Girsang, J., & Situmeang, A. (2022). Perlindungan Hukum Konsumen Muslim atas Produk Pangan Tidak Bersertifikat Halal di Kota Batam. Jurnal Legal Spirit, 6(2), 155-164.
Mandasari, Y. (2019). Sanksi Pidana terhadap Kandungan Non-Halal terhadap Produk Makanan Bersertifikat Halal yang Dilakukan Korporasi. Soumatera Law Review, 2(2), 258-269.
Marzuki, P. M. (2005). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.
Mawaddah, F., & Farma, J. (2022). Signifikansi Peran Pemerintah dalam Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal di Aceh. Jurnal ekonomi dan hukum ekonomi syariah, 8(2), 81-93.
Muksalmina, M., Tasyukur, T., Maghfirah, F., & Muammar, M. (2022). Halal Certification In A Food Product As An Effort To Protect Law Against Muslim Consumers In Indonesia. https://doi.org/10.29103/micolls.v2i.78
Muthia, F., & Hendrawan, M. R. (2020). Peran BPOM dalam Pengawasan Kosmetik Impor yang Mengandung Bahan Berbahaya. Jurnal Hukum Adigama, 3(1), 1-206.
Nugroho, A. K. (2017). Peran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam Perlindungan Konsumen terhadap Peredaran Kosmetik Ilegal. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 1(1), 26-38.
Purwaningsih, E. (2019). Pengawasan BPOM terhadap Peredaran Produk Pangan Ilegal di Indonesia. Jurnal Hukum & Pembangunan, 49(2), 433-4583.
Rahmah, M. (2018). Hukum Pengawasan Produk Halal di Indonesia. Jurnal Hukum & Peradilan, 7(1), 23-42.
Republik Indonesia. (1999). Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 131.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 nomor 42.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 295.
Republik Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 176.
Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Agama Nomor 26 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1596.
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 884.
Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 83.
Republik Indonesia. (2022). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penarikan dan Pemusnahan Obat yang Tidak Memenuhi Standar. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1075.
Republik Indonesia. (2023). Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sertifikasi Halal Obat, Produk Biologi dan Alat Kesehatan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 6.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2023 Nomor 125.
Sahroni, T. R., Idzni, N., Fajril, A. M., & Ivan, M. S. (2020). A Study on Halal Supply Chain Awareness in Small and Medium Enterprise Towards Halal Certification in Indonesia. International Journal of Supply Chain Management.
Sari, C. A. (2019). Peran BPOM dalam Pengawasan Keamanan Pangan dan Perlindungan Konsumen. Jurnal Yuridis, 6(2), 157-1733.
Sari, D. I. (2018). Perlindungan Hukum atas Label Halal Produk Pangan Menurut Undang-Undang. Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 7(1), 1-14.
Susilowati, E. (2020). Implementasi Pengawasan Obat dan Makanan oleh BPOM dalam Upaya Perlindungan Konsumen. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(1), 130-150.
Suyudi, I., Afif, M. N., Kevin, Y., & Gabrielle, M. V. (2022). Analisis Pengawasan Post-Market Badan Pengawasan Obat dan Makanan pada Peredaran Kosmetik Berbahaya. Deviance Jurnal Kriminologi, 6(2), 135-152.
Syafitri, M. N., Salsabila, R., & Latifah, F. N. (2022). Urgensi Sertifikasi Halal Food dalam Tinjauan Etika Bisnis Islam. Jurnal pemikiran dan penelitian ekonomi islam, 10(1), 16-42.
Yulianingsih, T. A., Turisno, B. E., & Aminah. (2016). Pemberdayaan Konsumen dalam Mencegah Peredaran Obat Palsu di Masyarakat. Diponegoro Law Journal, 5(4), 1-11.
Yusri, A. Z., & Diyan. (2020). Kajian Hukum terhadap Tindak Pidana Penjual Menurut Obat Tanpa Izin Edar Pada Masyarakat Ditinjau Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(2), 809-820.