Medical Negligence in Drug Administration: A Legal and Ethical Perspective of Medicine in Indonesia

Main Article Content

Achmad Alex
Yeni Vitrianingsih
Fayola Issalillah
Mujito
Febrian Dirgantara

Abstract

Health is a fundamental right of every individual guaranteed by the constitution and various legal and regulations in Indonesia. In health services, the relationship between doctors and patients is based on a therapeutic agreement that creates reciprocal rights and obligations. This research examines the legal liability of doctors in cases of alleged medication errors, covering civil and criminal aspects, as well as mechanisms for resolving medical disputes. Using a normative legal approach, this research analyzes health regulations, principles of professional liability, and dispute resolution mechanisms through litigation and non-litigation channels. The results of the research show that incorrect medication administration can be considered medical negligence with serious legal implications. Dispute resolution through mediation is more recommended because of its voluntary, flexible, and solution-oriented nature. Strengthening health regulations and community education is necessary to ensure the protection of patient rights and justice for medical personnel.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Alex, A. ., Vitrianingsih, Y., Issalillah, F. ., Mujito, & Dirgantara, F. . (2023). Medical Negligence in Drug Administration: A Legal and Ethical Perspective of Medicine in Indonesia. Journal of Social Science Studies, 3(2), 227-234. https://jos3journals.id/index.php/jos3/article/view/276

References

Agustina, E. (2020). Etika Profesi dan Hukum Kesehatan. PT. Refika Aditama, Bandung.

Ameliyani, R. (2017). Tanggungjawab Apoteker Terhadap Konsumen Akibat Kesalahan Pemberian Obat. Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Magelang.

Anwar, A. (2018). Tanggung Gugat Resiko Dalam Aspek Hukum Kesehatan. https://doi.org/10.47268/SASI.V23I2.105

Buamona, H. (2015). Tanggung Jawab Pidana Dokter dalam Kesalahan Medis. Parama Publishing, Yogyakarta.

Budiarsih, B. (2021). Pertanggungjawaban Hukum Dokter atas Kesalahan dalam Mendiagnosis dalam Pelayanan Medis di Rumah Sakit. Jurnal Hukum Kesehatan Indonesia, 1(01), 49-58.

Darmawan, D. (2021). Hukum dan Etika Kedokteran di Indonesia. Pustaka Kesehatan, Jakarta.

Dewi, F., et al. (2022). Standar Praktik Kedokteran dan Pertanggungjawaban Hukum Dokter. Pustaka Medika, Jakarta.

Hanafiah, M. Y. & Amir, A. (1999). Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan. Kedokteran EGC, Jakarta.

Heriani, I. (2018). Perlindungan Hukum bagi Konsumen Kesehatan dalam Hal Terjadi Malapraktik. Al-Adl: Jurnal Hukum, 10(2), 191-204.

Hidayat, S. (2020). Pembuktian Kesalahan: Pertanggungjawaban Pidana Dokter Atas Dugaan Malpraktik Medis. Scopindo Media Pustaka, Surabaya.

Ibrahim, D. N. (2022). Tanggung Jawab Hukum Rumah Sakit terhadap Dokter dalam Perjanjian Medis di Indonesia (Studi: Rumah Sakit Siaga Raya). Jurnal Ilmiah Publika, 10(2), 275–288.

Ilahi, W. R. K. (2018). Risiko Medis dan Kelalaian Medis dalam Aspek Pertanggungjawaban Pidana. Jurnal Hukum Volkgeist, 2(2), 170–186.

Irfan, M., & Hidayat, S. (2018). Sengketa Medik dan Alternatif Penyelesaiannya dalam Hukum Positif di Indonesia. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 6(3), 481.

Kawulur, N. Y. (2020). Pengaruh Kemampuan Tenaga Medis terhadap Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Budi Mulia Kota Bitung. Jurnal Administrasi Publik, 6(91), 48–54.

Kurniawati, F. S., & Daeng, M. Y. (2023). Penyelesaian Sengketa Medis Berdasarkan Hukum Indonesia. Journal of Social Science Research, 3(2), 12234–12244.

Mende, J., Maramis, R. A., & Tampanguma, M. Y. (2023). Perlindungan Hukum terhadap Pasien Rawat Inap sebagai Konsumen Jasa Pelayanan Kesehatan. Lex Administratum, 11(5), 1-11.

Mulyadi, D. (2020). Alternatif Penyelesaian Sengketa Kelalaian Medik yang Berkeadilan di Indonesia. Logika: Jurnal Penelitian Universitas Kuningan, 11(221), 126–138.

Nurfauziah, N., & Fatimah, U. D. (2022). Perlindungan Hukum terhadap Pasien Atas Kesalahan Rekam Medis Akibat Tidak Adanya Informed Consent dalam Pelayanan Kesehatan Ditinjau Berdasarkan Hukum Kesehatan dan Praktik Kedokteran: (Studi Analisa Putusan Nomor 3203/K/PDT/2017). Mahupas: Mahasiswa Hukum Unpas, 1(2), 153-162.

Prahara, D. (2020). Penyelesaian Dugaan Kelalaian Medik Melalui Mediasi (Studi Pasal 29 Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan). De Jure, Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum, 2(1), 28–41.

Pujiono, E. (2023). Restatement Kelalaian dalam Malpraktik Medis. Jurnal Perspektif Hukum, 23(1), 127–152.

Remmelink, J. (2003). Inleiding tot de Studie van het Nederlandse Strafrecht (13th ed.). Gouda Quint, Arnhem.

Samil, R. S. (2001). Etika Kedokteran Indonesia. Yayasan Bina Pustaka Sarwono, Jakarta

Saraswati, D., & Zulfa, Z. (2023). Liberalization of the Health Sector and Fulfillment of the Right to Health: How does international law respond to this condition?. International Law Discourse in Southeast Asia, 2(1), 1-28.

Sekeon, M. A. (2023). Penerima Pelayanan Kesehatan yang Dirugikan Akibat Kesalahan atau Kelalaian Tenaga Kesehatan Dapat Meminta Ganti Rugi Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan. Lex Administratum, 11(2), 1-12.

Setyawan, F. E. B. (2018). Komunikasi Medis: Hubungan Dokter-Pasien. MAGNA MEDICA: Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan, 1(4), 51-57.

Sinaga, N. A. (2021). Penyelesaian Sengketa Medis di Indonesia. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 11(2), 1–22.

Wijayanti, A. (2023). Overview and Analysis of Health Law Number 17 of 2023. https://doi.org/10.61996/law.v1i1.14

Yusuf, Y. (2019). Kualifikasi Tindak Pidana Atas Kesalahan Pe, Bacaan Resep Dokter oleh Apoteker yang Menimbulkan Kerugian pada Pasien. Simposium Hukum Indonesia, 1(1), 82-89.